Jumat, 15 Mei 2015

ARTIKEL PENGANGGURAN

PENGANGGURAN

Pengangguran ialah orang yang tidak memiliki pekerjaan, atau tidak mempunyai kegiatan yang tetap yang harus di jalani untuk menyambung kehidupan. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Pengangguran juga tidak berdampak pada masalah ekonomi melainkan juga berdampak pada masalah sosial pula.

Jenis-jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya:

Pengangguran Alamiah
Penganggran yang berlaku pada tingkat kesempatan kerja penuh. Kesempatan kerja penuh adalah keadaan dimana sekitar 95 persen dari angkatan kerja dalam suatu waktu sepenuhnya bekerja. Pengangguran sebanyak lima persen inilah yang dinamakan sebagai pengangguran alamiah.

Pengangguran Friksional
Jenis pengangguran yang disebabkan oleh tindakan seseorang pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya dan mencari kerja yang lebih baik atau lebih sesuai dengan keinginannya.

Pengangguran Struktural
Pengangguran yang diakibatkan oleh pertumbuhan ekonomi. Tiga sumber utama yang menjadi penyebab berlakunnya pengangguran struktural adalah:
Perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi yang semakin maju membuat permintaan barang dari industri yang memproduksi barang-barang kuno menurun dan akhirnya tutup sehingga pekerja di industri ini menganggur.
Kemunduran yang disebabkan oleh adanya persaingan dari luar negeri atau daerah lain. Pesaing dari luar negri yang mampu menghasilkan produk yang lebih baik dan lebih murah akan membuat permintaan barang lokal menurun. Industri lokal yang tidak mampu bersaing akan bangkrut sehingga timbul pengangguran.
Kemunduran perkembangan ekonomi sautu kawasan sebagai akibat dari pertumbuhan pesat dikawasan lain.

Pengangguran Konjungtur
Pengangguran yang melebihi pengangguran alamiah. Pada umumnya pengangguran konjungtur berlaku sebagai akibat pengurangan dalam permintaan agregat. Penurunan permintaan agregat mengakibatkan perusahaan mengurangi jumlah pekerja atau gulung tikar, sehingga muncul pengangguran konjungtur.

Jenis-Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya:

Pengangguran Terbuka
            Pengangguran ini tercipta sebagai akibat penambahan pertumbuhan kesempatan kerja yang lebih rendah dari pada pertumbuhan tenaga kerja, akibat banyaknya tenaga kerja yang tidak memperoleh pekerjaan. Menurut BPS, pengangguran terbuka adalah penduduk yang telah masuk dalam angkatan kerja tetapi tidak memiliki pekerjaandan sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, serta sudah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.

Pengangguran Tersembunyi
Keadaan dimana suatu jenis kegiatan ekonomi dijalankan oleh tenaga kerja yang jumlahnya melebihi dari yang diperlukan. Sehingga apabila sejumlah besar dari mereka berpindah sektor pekerjaan, hasil sektor pekerjaan yang ditinggalkannya tidak akan berkurang walaupun tidak diadakan penggatian modal yang berarti.

Pengangguran Musiman
Keadaan pengangguran pada masa-masa tertentu dalam satu tahun. Pengangguran ini biasanya terjadi di sektor pertanian. Petani akan menganggur saat menunggu masa tanam dan saat jeda antara musim tanam dan musim panen.

Setengah Menganggur
Keadaan dimana seseorang bekerja dibawah jam kerja normal. Menurut BPS, di Indonesia jam kerja normal adalah 35 jam seminggu, jadi pekerja yang bekerja di bawah 35 jam seminggu masuk dalam golongan setengah menganggur.

Dampak dan Cara Mengatasi Pengangguran
Pengangguran sangat berdampak pada kehidupan perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang menurun, dan bahkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang menurun adalah salah satu dampak pengangguran. Beberapa dampak pengangguran terhadap perekonomian dan kehidupan sosial :
                      
Menurunkan Tingkat Keterampilan
Semakin lama orang menganggur semakin menurun juga tingkat keterampilan yang dimiliki oleh seseorang.

Menurunkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Per Kapita
Orang yang tidak bekerja (menganggur) tidak akan menghasilkan barang dan jasa. Itu berarti semakin banyak orang yang menganggur maka PDB (Produk Domestik Bruto) yang dihasilkan akan menurun.

Menurunkan Penerimaan Negara
Orang yang menganggur tidak memiliki penghasilan (pendapatan). Itu berarti semakin banyak orang yang menganggur, akan semakin turun pula penerimaan negara yang diperoleh dari pajak penghasilan.

Meningkatkan Kemiskinan
semakin banyaknya pengangguran akan semakin banyak juga masyarakat yang miskin.

Meningkatnya Kriminalitas
Setiap orang butuh uang untuk membiayai kehidupannya, oleh karena itu jika pengangguran semakin meningkat tingkat kriminalitas juga meningkat. Sebagian orang melakukan kriminalitas karena untuk menafkahi dirinya.


Secara umum cara mengatasi pengangguran adalah dengan meningkatkan investasi, meningkatkan kualitas SDM, transfer teknologi dan penemuan teknologi baru, pembenahan perangkat hukum dalam bidang ketenagakerjaan, dan lainlain, Adapun cara mengatasinya :

  1. Menyelenggarakan bursa pasar kerja
    Bursa tenaga kerja adalah penyampaian informasi oleh perusahaan-perusahaan atau pihak-pihak yang membutuhkan tenaga kerja kepada masyarakat luas. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar terjadi komunikasi yang baik antara perusahaan dan pencari kerja. Selama ini banyak informasi pasar kerja yang tidak mampu tersosialisasikan sampai ke masyarakat, sehingga mengakibatkan informasi lowongan kerja hanya bisa diakses oleh golongan tertentu.

  2. Menggalakkan kegiatan ekonomi informal
    Kebijakan yang memihak kepada pengembangan sektor informal, dengan cara mengembangkan industri rumah tangga sehingga mampu menyerap tenaga kerja. Dewasa ini telah ada lembaga pemerintah yang khusus menangani masalah kegiatan ekonomi informal yakni Departemen Koperasi dan UKM. Selain itu dalam pengembangan sektor informal diperlukan keterpihakan dari Pemda setempat.

  3. Meningkatkan keterampilan tenaga kerja
    Pengembangan sumber daya manusia dengan peningkatan keterampilan melalui pelatihan bersertifikasi internasional. Berdasarkan survei tentang kualitas Tenaga Kerja menunjukkan bahwa ranking Human Development Index Indonesia di Asia pada tahun 2000 berada di peringkat 110. Sementara negara lain seperti Vietnam ada diperingkat 109, Filipina (77), Thailand (69), Malaysia (59), Brunei Darussalam (32), Singapura (25), Jepang (9). Data ini menunjukkan rendahnya kualitas sumber daya manusia sehingga peningkatan keterampilan mereka menjadi sangat perlu dilakukan.

  4. Meningkatkan mutu pendidikan
    Mendorong majunya pendidikan, dengan pendidikan yang memadai memungkinkan seseorang untuk memperoleh kesempatan kerja yang lebih baik. 

  5. Mendirikan pusat-pusat latihan kerja
    Pusat-pusat latihan kerja perlu didirikan untuk melaksanakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi yang ada.

  6. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi
    Pemerintah perlu terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga akan memberikan peluang bagi penciptaan kesempatan kerja.

  7. Mendorong investasi
    Pemerintah perlu terus mendorong masuknya investasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk menciptakan kesempatan kerja di Indonesia.

  8. Meningkatkan transmigrasi
    Transmigrasi merupakan langkah pemerintah meratakan jumlah penduduk dari pulau yang berpenduduk padat ke pulau yang masih jarang penduduknya serta mengoptimalkan sumber kekayaan alam yang ada.

  9. Memperluas lapangan kerja
    Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru terutama yang bersifat padat karya. Dengan adanya era perdagangan bebas secara regional dan internasional sebenarnya terbuka lapangan kerja yang semakin luas tidak saja di dalam negeri juga ke luar negeri. Ini tergantung pada kesiapan tenaga kerja untuk bersaing secara bebas di pasar tenaga kerja internasional.

Adapun contoh pengangguran yang ada di lingkungan sekitar ialah pengangguran friksional. Dia telah lulus S1 keperawatan lalu dia mencari pekerjaan di sebuah apotik, awal mulanya dia di terima bekerja di apotik setelah beberapa bulan bekerja dia berhenti karena merasa kurang puas dengan gaji yang ada di apotik tersebut. Dan sayapun menannyakan memangnya pekerjaan yang di inginkan seperti apa? dia menjawab “ sebenernya enak kerja di apotik tidak terlalu jauh dari kostan dan ongkosnya juga tidak terlalu banyak, hanya saja saya orangnya bosan dengan suasana yang seperti itu saja. Saya ingin kerja yang di tempat yang lebih dari apotik misal di sebuah rumah sakit yang sesuai dengan jurusan kuliah yang saya ambil”.


Sumber:




Selasa, 07 April 2015

KEMISKINAN

KEMISKINAN YANG TERJADI DI JAKARTA

Masalah kemiskinan memang telah lama ada sejak dahulu kala. Padamasa lalu umumnya masyarakat menjadi miskin bukan karena kurang pangan,tetapi miskin dalam bentuk minimnya kemudahan atau materi. Dari ukuran kehidupan modern pada masa kini mereka tidak menikmati fasilitas pendidikan pelayanan kesehatan, dan kemudahan - kemudahan lainnya yang tersedia pada jaman modern. Pemerintah Indonesia yang berorientasi mengembangkan Indonesia menjadi negara maju dan mapan dari segi ekonomi tentu menganggap kemiskinan adalah masalah mutlak yang harus segera diselesaikan disamping masalah lain yaitu ketimpangan pendapatan, strukturisasi pemerintahan, inflasi, defisit anggaran dan lain -lain.

Dampak Positif  Kemiskinan

            kemiskinan memang banyak di sekitar kita. selama ini yang kita ketahui adalah dampak negatif dari kemiskinan. antara lain kriminalitas dan prostitusi, tapi bila kita perhatikan, kemiskinan juga memiliki guna. antara lain:
1. Menambah nilai guna suatu barang. kalo kita ada baju bekas, pasti kalo ngak di jadiin kain lap, pasti di kasi orang. elo ngak mungkin ngasi baju bekas ama orang kaya kan? pasti orang miskin! nilai guna baju tersebut juga akan lebih panjang atau berguna bila di pakai orang miskin.
2. Memperkuat status sosial seseorang. kalo kita orang kaya, kita akan lebih terpandang bila punya anak buah yang banyak. apakah anak buahnya atau pembantunya orang kaya? tentu tidak!! pasti orang miskin.
3. Untuk mengerjakan pekerjaan paling Hina dan kotor. kalo tidak ada orang miskin, siap yang akan menyapu jalan raya?
4. sebagai tumbal pembangunan kalo kita punya tanah dan tanah tersebut akan di jadikan sarana umum, maka tanah kita tersebut akan di bayar dengan layak sedangkan untuk pemukiman kumuh, hal tersebut jarang sekali terjadi.
5. Sebagai sarana ibadah. setiap agama pasti diajarkan menyantuni orang miskin. dalam agama saya (islam), zakat (sejenis sedekah tapi hukumnya WAJIB) termasuk dalam hukum islam. jika saya tidak berzakat maka saya belum sempurna Islamnya. bagai mana kalo semua orang di dunia ini jadi kaya, mau sama siapa saya berikan zakat saya? sedangkan syarat zakat harus di berikan pada fakir miskin.

Dampak Kemiskinan yang timbul di Jakarta

1.      Meningkatnya Kriminalitas
Karena kurangnya biaya masyarakat lebih memilih mengambil cara cepat yaitu contohnya dengan mencuri, membegal, sampai membunuh untuk mendapatkan uang.
2.      Meningkatnya Kematian
Kematian memang wajar terjadi tetapi di Jakarta penyebab kematian hampir terjadi karena terjangkitnya penyakit dan ada juga halnya karena seseorang mebutuhkan orang dia membunuh.
3.      Banyaknya Anak Jalanan dan Gelandangan di Jakarta
Setiap anak harusnya di wajibkan untuk bersekolah tetapi karena keadaan orang tuanya yang kurang mampu mereka lebih baik mencari uang untuk makan sehari hari di banding untuk menuntut ilmu. Semua itu karena tuntutan hidup untuk mereka dapat hidup kedepannya.
4.      Munculnya Pemukiman Kumuh
Masyarakat yang kurang mampu rata rata tidak memiliki rumah tetap untuk tinggal sehingga mereka lebih memilih membangun rumah di pinggiran sungai, rel kereta api dan lain sebagainya. Sehingga semua membuat keadaan menjadi kumuh.
5.      Pengangguran
Terjadinya pengangguran di Jakarta karena kurangnya lapangan pekerjaan, rata rata perusahaan yang ada di Jakarta adalah perusahaan asing dimana mereka mencari pegawai yang sesuai kriteria dengan yang perusahaan inginkan.

Penyebab Kemiskinan Di Jakarta
1.      Kurangnya pekerjaan yang layak untuk para masyarakat
2.      Jaminan kesehatan dari pemerintah yang terbatas sehingga membuat masyarakat kurang mampu untuk berobat dan menyebabkan kematian, keterbelakangan dan lain lain.
3.      Kurangnya perhatian dari pemerintah daerah untuk masyarakat yang kurang mampu.
4.      Banyaknya penduduk pendatang di kota Jakarta.
5.      Tingkat pendidikan yang rendah untuk masyarakat jakarta.
Adapun, penyebab kemiskinan antara lain terjadi karena 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah penyebab kemiskinan yang potensinya berasal dari diri seseorang dan atau keluarga serta lingkungan sekitarnya. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang  berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan situasi lainnya yang berpotensi membuat seseorang jatuh miskin seperti kekurangan bahan baku atau bencana alam.

Peningkatan Kemiskinan di Jakarta Maret 2013 – Maret 2014


Jadi dari gambar di atas bahwa kemiskinan yang ada di Jakarta antara Maret 2013 sampai Maret 2014 meningkat sebesar 0,37 persen.

Cara Mengatasi Kemiskinan

          Pemerintah harus lebih peduli terhadap rakyat kecil yang kurang mampu. Dan adapun cara mengatasinya :
1. Pemerintah harus menyediakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan, agar dapat membantu masyarakat dalam memecahkan masalah kehidupan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anggota keluarganya.
2. Jangan menjadi pemalas! Selain pemerintah, masyarakat juga harus ikut andil dalam mensejahterakan kehidupan. Apabila masih belum ada lowongan pekerjaan, masyarakat bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, lebih bagus jika lapangan pekerjaan buatan sendiri itu bisa menampung orang lain untuk menjadi karyawan kita.
3. Bantuan pendidikan dan kursus gratis dari pemerintah kepada masyarakat kurang mampu agar dapat melanjutkan sekolahnya tanpa bingung soal biaya. Kursus menjahit, memasak untuk ibu-ibu atau bapak-bapak, serta menyediakan fasilitasnya, seperti mesin jahit dan peralatan memasak agar setelah selesai kursus, para bapak dan ibu tersebut bisa langsung mempraktikkan keahliannya di lingkungan dimana mereka tinggal.


Sumber :





Jumat, 13 Maret 2015

Sistem Perekonomian

Ø SISTEM EKONOMI LIBERAL, CAMPURAN DAN SOSIALIS

Ekonomi Liberal
Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.”
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :

·                Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
·                Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
·                Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
·                Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
·                Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
·                Persaingan dilakukan secara bebas
·                Peranan modal sangat vital
Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar yaitu :

·           Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
·           Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
·           Munculnya persaingan untuk maju
·           Barang yang dihasilkan bermutu tinggi
·           Efisiensi dan efektivitas tinggi karna setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar :

·          Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
·          Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
·          Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
·          Sering terjadi gejolak dalam perekonomianSistem Ekonomi Sosial
§  Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :

·         Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
·         Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
·         Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
·         Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Kebaikan sistem ekonomi campuran

·         Kebebasan berusaha
·         Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
·         Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
Kelemahan sistem ekonomi campuran

·         Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
·         Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntunganSistem Ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat. Sistem ekonomi sosialis tidak sama dengan sistem ekonomi komunis, sosialisme merupakan tahap persiapan ke komunisme.

§   Sistem Ekonomi Sosialis

Sistem ekonomi sosialis mempunyai tujuan kemakmuran bersama, filosofi ekonomi sosialis adalah bagaimana mendapatkan kesejahteraan, perkembangan sosialisme dimulai dari kritik terhadap kapitalisme yang pada waktu itu kam kapitalis atau kam borjuis mendapat legitimasi gereja untuk mengeksploitasi buruh. Inilah yang menjadikan Karl Marx mengkritik sistem kapitalis sebagai ekonomi yang tidak sesuai dengan aspek kemasyarakatan.
Ciri-ciri sistem ekonomi Sosialis

·         Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
·         Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedang individu-individu fiksi belaka.
·         Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.
·         Peran pemerintah sangat kuat
·         Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
·         Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.

Prinsip Sistem Ekonomi Sosial

·         Pemilikan Harta oleh Negara
·         Kesamaan Ekonomi
·         Disiplin Politik
Kelebihan Sistem Ekonomi Sosial
·         Disediakannya kebutuhan pokok
·         Didasarkan perencanaan Negara
·         Produksi dikelola oleh Negara
Kelemahan Sistem Ekonomi Sosial
·         Sulit melakukan transaksi
·         Membatasi kebebasan
·         Mengabaikan pendidikan moral

Ø  NEGARA NEGARA YANG MENGANUT SISTEM EKONOMI LIBERAL, CAMPURAN DAN SOSIALIS


§  Sistem Ekonomi Cmpuran
Negara yang menganut sistem ekonomi campuran adalah bekas negara non-blok. .
mayoritas berada di Asia dan Afrika.
seperti :
·         Indonesia
·         Mesir
·         Malasyia

§  Sistem Ekonomi Liberal
Negara-negara yang menganut paham liberal di benua Amerika adalah
·         Amerika Serikat
·         Argentina
·         Bolivia
·         Brazil
·         Cili
·         Cuba

Negara-negara penganut paham liberal di Eropa yakni :
·         Armenia
·         Austria
·         Belgia
·         Bulgaria
·         Kroasia
               
Negara-negara yang menganut paham liberal di Asia antara lain :
·         India
·         Iran
·         Israel
·         Jepang
·         Korea Selatan
·         Filipina
              
Negara yang menganut paham liberal di kepulauan Oceania :
·         Australia
·         Selandia Baru.

§  Sistem Ekonomi Sosialis
Negara yang menganut sistem ekonomi sosialis
·         Korea Utara
·         Kuba
·         Vietnam
·         RRC 

Ø Sistem Ekonomi yang Baik di antara Sistem Liberal, Campuran dan Sosialis
Sistem yang paling baik dipergunakan untuk perekonomian
adalah Sistem Campuran karena pada sistem ini, pemerintah bertanggung jawab, hak miliknya pun di akui, tetap terkontrol dan pendapatannya pun merata. Sistem campuran ini juga dapat memajukan sektor usaha yang menengah dan kecil.

Sumber :